Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan

20190713

KELABBA MADJA : “PAINTED HILL” VERSI SABU RAIJUA, NUSA TENGGARA TIMUR

Mungkin kalian uda pada tau “Painted Hill Oregon” di Amerika Serikat atau “The Zhangye National Geopark” di Cina. Kalau belum, lengkapnya bisa liat di sini : PAINTED HILL  dan ZHANGYE GEOPARK . Kayak gini nih !
Foto Painted Hill Oregon (Wikipedia)
Foto Zhangye National Geopark (Wikipedia)
Indonesia sonde kalah kok. Kali ini beta akan kasi tunjuk salah satu keindahan alam Nusa Tenggara Timur, bukan hanya ada Labuan Bajo dan Sumba, tapi kali ini dari pulau Sabu Raijua. Sabu Raijua terkenal dengan adat “Henge’do” (cium hidung), dilakukan saat menyambut atau bertemu seseorang. Henge'do atau tradisi mencium hidung ini dilakukan tanpa memandang jenis kelamin, status, strata sosial serta usia. Selain sebagai tanda persaudaraan, tradisi mencium hidung juga sebagai tanda penghormatan terhadap yang lebih tua sebagai tanda kejujuran.


KELABBA MADJA, SURGA TERSEMBUNYI INDONESIA

20180201

BUKIT CINTA PENFUI : Cheese Cake vs. Green Tea Season.

Dapatkah kalian milih, lebih suka jalan-jalan atau tiduran di rumah. Lebih suka panas-panasan atau ujan-ujanan. Lebih suka warna hijau atau kuning. Atau, bisa gak milih antara green tea atau cheese cake ala-ala Bukit Penfui?
Kenapa namanya Bukit Cinta? Beta juga kurang tau. Tapi sih kayaknya karena kebanyakan anak muda berkumpul di sana, pacaran, mengobrol atau ber-selfie ria. Padahal di Bukit ini terdapat goa-goa peninggalan Bangsa Belanda yang dulunya merupakan tempat persembunyian penjajah Jepang saat Perang Dunia ke-II.

20180126

WARNA-WARNI ECOWISATA MANGROVE OESAPA, NUSA TENGGARA TIMUR

Hallo, “Tahun Baru lagi. Tahun baru banyak resolusi. Resolusi tanpa aksi. Sama aja basa-basi”.
Mari katong jaga :)

Hahaha, lirik di atas mengutip salah satu lagu, yang pasti akan dinyanyikan di awal tahun. SELAMAT TAHUN BARU 2018. Semoga semua dalam keadaan sehat, terus bisa travelling lagi (ngarep). Yang dekat-dekat aja dulu. Kalo di NTT sih banyak tempat wisata, hanya kadang aksesnya yang masih susah. Tapi, kalo objek satu ini masih dekat dengan pusat kota. Maybe, 30-45 menit deh. Asal gak pake acara kesasar, kayak Beta (Ok, mulai kali ini sebut saja saya Beta). Padahal ini kali kedua Beta pergi ke hutan mangrove ini. Dan, sebaiknya kalian mengandalkan google map daripada “feeling” atau “daya ingat” yang belum pasti adanya.

20171030

PANTAI OETUNE : GURUN PASIR YANG PANAS MENGGODA!

Dan, kembalilah kita ke sini. Kali kedua. Pantai yang terkenal dengan gurun pasirnya. Kalau dulu, kita ke sini dengan menggunakan motor dengan kondisi mendung saat tiba di lokasi. Sedangkan sekarang, kita dengan teman yang lebih banyak. Dan juga suasana sangat panas. Sangat. Dan, sangat panas. (Udah ga tau mesti mendeskripsikan panasnya seperti apa)
Gurun pasir ala Pantai Oetune, Nusa Tenggara Timur.

Pantai Oetune terletak di Tuafanu, Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kalau dari Kota Kupang menuju lokasi kurang lebih 2,5 sampai dengan 3 jam. Tenang saja, kondisi jalan sangat aman. Mulus. Sudah beraspal sampai depan gerbang Pantai Oetune.

Saat memasuki gerbang Pantai Oetune, akan langsung terlihat lopo-lopo yang berjejer. Aku masih ingat, dulu hanya ada sedikit lopo dengan kondisi kurang terawat. Namun sekarang, sudah banyak lopo-lopo baru dengan gaya lebih modern. Bahkan lopo yang lama juga sudah diperbaiki atapnya. Tentu saja gratis. Toilet juga sudah bertambah, ada yang dikelola masyarakat lokal di sana dan ada juga Dinas PU.

20171024

AIR TERJUN OENESU : KESEJUKAN DI TENGAH KOTA YANG PANAS

Entah ini sudah yang keberapa kali ke tempat ini. Dan orang-orang yang diajak jalan ke sini udah gonta-ganti. Dari yang jalanan super jelek (sekarang sudah bagus), belum ada toilet yang bersih (sekarang sudah bagus dan terawat), dulu sering ada ulat tikar jumbo-jumbo (sekarang lagi nggak nampak), dan sekarang juga sudah ada bapa-mama yang berjualan (favorit : ubi goreng cocol sambal). Enak!!!
Air Terjun Oenesu (bagian tingkat pertengahan)
Air Terjun Oenesu terletak di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh dari Kota Kupang hanya 30 menit. Sebagian besar pasti mengatakan kalau Kupang sangat panas dan gersang. Sepertinya anggapan itu akan berubah kalau sudah ke sini.

20171023

PULAU SEMAU : MENGASINGKAN DIRI KE PANTAI-PANTAI CANTIK DI PULAU MISTIK


Kata mama, jangan deh main-main ke Pulau-pulau gitu. Naik perahu kecil atau apalah gitu. Mungkin karena saya sempat cerita sewaktu jalan-jalan di pulau-pulau di Alor, sailing dengan perahu kecil, dengan ombak yang w-o-w. Beda dengan waktu di Labuan Bajo, tiga hari di lautan dengan kapal besar, walau kadang ombaknya masih bikin agak pusing. Yah, mau gimana lagi, Nusa Tenggara Timur kan terdiri dari pulau-pulau, dan itu lah yang bikin cantik!
 
Pantai Otan, Pulau Semau - Kabupaten Kupang - Nusa Tenggara Timur

Kali ini kita jalan-jalan masih di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Hanya saja, lokasinya bukan di daratan Timor, melainkan di Pulau kecil di seberang Kupang. Namanya Pulau Semau. Orang-orang mengatakannya sebagai pulau mistik dan angker. Sebaiknya jangan berkata kasar, tidak melakukan hal-hal yang aneh, tidak buang air kecil sembarangan atau juga tidak mandi di laut jika tidak diijinkan penduduk setempat. (Lebih jelasnya baca disini)

Kita meluncur pagi-pagi ke Pelabuhan Bolok (Map Pelabuhan Bolok). Tiba jam 7.30 WITA dan bergegas membeli tiket kapal Feri. Menyebrang menuju Pelabuhan Hansisi hanya sebentar, tidak sampai 1 jam. Dan, ketika tiba di Pulau Semau, suasana benar-benar berbeda. Situasi jalan yang berbatu dan berdebu, pohon-pohon sepanjang kiri kanan yang mulai agak menghijau, dan tentu saja tidak ada papan penunjuk jalan. Kalau istilah teman sih pakai saja GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Memang saat turun dari Kapal, suasana riuh orang-orang masih ada, dan memang ramai. Tetapi, saat sudah memasuki pulau lebih dalam, suasana semakin sepi. Jadi bagaimana solusi GPS bisa dijalankan?

20171016

PANTAI BATU BAO (TESABELA) : Jauh dari kebisingan dan polusi

Hello! Masih suka berpetualang? Butuh piknik? Masih ingin jalan-jalan dan foto-foto? Ayo ke sini!

Hello, ini K-A-M-I !!!

Salah satu pantai yang bisa kalian kunjungi, yang terletak di Desa Tesabela - Kecamatan Kupang Barat - Kabupaten Kupang, tidak jauh dari kota Kupang. Namanya Pantai Batu Bao. Pantai ini terletak di desa Tesabela, desa dengan nuansa yang sangat alami, banyak pepohonan, warga yang ramah, dan jalan aspal yang masih bagus. Mata pencaharian penduduk selain sebagai nelayan, juga dengan berladang/kebun, terlihat dari pekarangan/ladang mereka yang menghijau ditanami berbagai sayur. Selain itu ternak babi juga sepertinya dilakukan oleh kebanyakan penduduk, dan ada juga budidaya rumput lautnya.

Beberapa kawanan babi yang berlarian menjauh.
Tiba di pantai Batu Bao, kita sudah disambut oleh babi-babi kecil yang mencari makan di sepanjang pesisir pantai. Pantai dengan pasir putih kecoklatan dengan tekstur padat. Garis pantai yang jauh. Terkesan pantai ini termasuk pantai yang landai. Juga terdapat banyak bakau di bagian kiri pantai. Pemukiman rumah penduduk sepanjang jalan menuju pantai hingga tepat menghadap pantai. Perahu-perahu nelayan berjejer, baik di pesisir, juga di tengah laut. Langit biru berawan putih tebal. Matahari lumayan terik. Dan sangat sepi. Senyap. Nyaman. Jauh dari yang namanya polusi.

20170913

PANTAI INOKIU : Ayo Lihat Bintang Laut!!!

Sudah lama gak pernah lihat bintang laut. Kalau dulu ada beberapa pantai di Sanur dekat rumah yang banyak bintang lautnya. Kadang di Pantai Duyung (Hyatt) atau di Pantai Indah (Parigata/Batu Jimbar). Namun terakhir kali ke sana sudah gak kelihatan lagi. Mungkin ada, namun jarang. Kadang terpikir aja, gimana jadinya kalo beberapa tahun lagi benar-benar tidak lagi ada di sana. Bagaimana anak cucu nanti bisa tau yang namanya bintang laut. Kalau bulu babi masih banyak bisa ditemukan. Nah, bintang laut ini, susah banget nyarinya.
 


20170828

FATUBRAUN dan PANTAI TERES : Dua keindahan dalam sekali pandang

Minggu pagi, bangun kesiangan, tanpa persiapan, dan jadilah sejadi-jadinya kita (baca : aku dan suami) pergi jalan-jalan. Bayangkan, ketika bangun jam 6.15 pagi dan suami langsung nanya “jadi mo pi ko?” (jadi mau keluar gak?).
“Ya ya ya!” Tentu saja. Kapan lagi?


Masih di Nusa Tenggara Timur. Kali ini di Kabupaten Kupang, tepatnya di kecamatan Amarasi Selatan. Fatubraun dan Pantai Teres, merupakan objek wisata yang patut dikunjungi kalau sedang ada di Nusa Tenggara Timur. Fatubraun merupakan batu yang menjulang tinggi menyerupai gunung. Berlatar belakang langit biru dengan pantai Teres yang indah. Objek ini sudah mulai terekspose dan digemari, hanya saja belum ada ulasan yang detail dan maps pun belum mencapainya.
Lokasi puncak tebing Fatubraun mudah diakses dengan berjalan kaki dari tempat parkir motor. Jalur mendaki sudah diisi kayu-kayu sebagai penyangga samping. Tebing batu berukuran besar juga aman untuk dilalui. Hanya saja mesti waspada dengan angina kencang dan hati-hati ketika menuju puncak. Deretan pantai Amarasi dapat terlihat jelas dari sini.

20170815

Menyusuri Lika-liku Jalan PANTAI BALI KUPANG

Kali ini ayo kita jalan-jalan ke Pantai Bali. Eits, ini masih di Nusa Tenggara Timur. Namanya Pantai Bali Kupang atau Pantai Baliana.
Pantai Baliana/Bali Kupang
Jujur saja, pantai ini belum pernah kita kunjungi. Hanya bermodalkan google map. Dan, as always, hanya kita berdua. Saya dan suami. Teman-teman yang doyan jalan lagi ada kesibukan masing-masing. Alhasil, yah syukur-syukur gak tersesat deh.

Pantai Bali Kupang atau Pantai Baliana ini terletak di Kuanheum, Kupang Barat. Kalau saya dan suami singkat saja menyebutnya di “Bolok”. Kalau mau tau tentang pantai ini, search di google saja belum cukup. Tidak banyak yang bisa kita ketahui. Mungkin belum ada yang detail mengulas salah satu pantai pasir putih yang indah ini.

20170814

PANTAI BATU BURUNG (PANTAI OEBALI) : Sebuah Perjuangan dan Doa


Pantai Batu Burung dengan bebatuan yang menakjubkan.
 Masih di Nusa Tenggara Timur, kali ini rencana dadakan kita adalah menuju sebuah Pantai yang terletak di Desa Oebali, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Katanya pantai ini disebut Pantai Batu Burung karena banyak burung camar yang bertengger di bebatuan pinggir pantai. Namun saat ke sana, pantai dalam kondisi sepi, tidak tampak burung camar (memang belum tau wujud burung camar seperti apa) dan tidak menemukan warga setempat yang dapat ditanya tentang hal itu. Kalau menurutku, Batu Burung itu mencerminkan sebuah batu dari sekian banyak bebatuan pinggir pantai yang mirip dengan kepala burung. Ada rerumputan/sejenisnya yang tumbuh di atas batu tersebut. Terkesan seperti kepala burung. Unik banget!

Kenapa jalan-jalan kali ini adalah sebuah Perjuangan dan Doa?
Pertama, kita, yang berarti di sini adalah saya dan suami. Hanya berdua. Dan dengan motor matic kesayangan kita tentunya.
Kedua, kita belum tau kondisi jalan/arah pastinya, dan hanya berharap kepada petunjuk dari blog orang yang kita baca beberapa jam sebelumnya. Juga, kita memang berangkat lebih awal, yakni jam 2 siang dari tengah kota Kupang. Perjuangan banget di tengah teriknya matahari.
Ketiga, setengah perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup parah. Tidak ada bengkel sepanjang jalan percabangan Tablolong, sehingga selalu berdoa agar motor baik-baik saja. Juga sampai aku yang mengendarai motor, dan suami yang menjadi penumpang. Kalo jalanan kayak gini mah makananku, eh?!
Sekilas kondisi jalanan tanah yang berbatu.
Singkat Rute perjalanan ke Pantai Batu Burung (Oebali) :
1.  Pada perempatan traffic light Polda NTT (Jl. Jend. Soeharto, ambil jalan menuju arah Bakunase-Tablolong (Jl. Untung Surapati-Jl.Jambu). Ikuti jalan sampai menemukan perempatan jalan besar yang biasanya disebut Jalur 40, dan tetap lurus menuju arah Oenesu. Saat ini kondisi jalan sangat bagus karena aspal baru. (lebih jelas cek google map) Check Map!
2.  Setelah melewati Oenesu, masih tetap ikuti petunjuk jalan ke arah Pantai Tablolong. Jika ke Pantai Tablolong masih mengikuti jalan besar ke kanan, untuk menuju Oebali tetaplah lurus (ke kiri). Tepat di percabangan tersebut terdapat kios yang juga menjual premium eceran. Saran : sebaiknya membeli premium di sini, karena sepanjang perjalanan aku tidak melihat penjual ecer lainnya. Kondisi jalan masih aspal namun sudah mulai terukir (rusak), dan pada pertengahan mulai memasuki jalan tanah berbatu dan banyak truk yang lalu lalang.
3.  Jalan aspal bagus akan dilalui di pertengahan, namun hanya beberapa ratus meter. Dan di kanan akan terlihat gundukan pasir bercampur tanah, juga dua buah pohon meranggas yang menarik perhatian. Aku sarankan menyempatkan diri berhenti di tempat ini, dan menengok ke pantai yang penuh bebatuan dan ombak besarnya.
Sepasang pohon meranggas yang sudah tampak indah dari kejauhan.
Gumuk pasir mirip dengan yang ada di Pantai Oetune.
4.  Bertolak dari sana, nantinya akan melewati sungai besar lebar yang mengering, kemudian kembali menanjak menuju jalan utama yang beraspal bagus beberapa ratus meter saja.
Sungai mengering yang menghubungkan dua buah jalan utama menuju Pantai Oebali.
5.  Kondisi jalan selanjutnya adalah tanah berbatu dengan lebar jalan mulai berkurang. Dan menanjak hingga menemukan pertigaan yang ada tugu. Ukuran lebar jalan ini bisa dilalui kira-kira oleh 2 motor saja, sehingga untuk pengguna mobil sebaiknya hanya sampai batas sebelum tanjakan tugu.
6.  Dari tugu tersebut berbelok ke kanan, dengan kondisi jalan tanah berbatu tajam yang lebih parah dari jalan-jalan sebelumnya. Lokasi tidak begitu jauh sebenarnya, hanya saja perlu hati-hati karena kondisi jalan parah, dan kurang lebar. Jika bertemu pertigaan, selalu ambil jalan ke kiri.
7.  Jalan terus hingga menemukan papan petunjuk “Pantai Batu Burung”di kanan. Kondisi jalan batu tajam terukir parah, dan hanya dapat dilewati 1 motor. Dan lebih baik yang dibonceng berjalan kaki agar tidak terjadi kecelakaan selama jalan turun menuju pantai.
Papan petunjuk jalan satu-satunya dekat pantai.
8.  Di ujung jalan tersebut ada pemukiman pribadi, sejenis villa sederhana, di sanalah lokasi Pantai Batu Burung atau warga setempat menyebutnya Pantai Oebali.

Pada saat kita ke sana, Pantai dalam keadaan pasang. Tidak terlihat pasir di sepanjang bibir pantai karena tertimbun batu-batu yang mirip seperti bebatuan Pantai Kolbano. Ombak tidak besar dengan angin yang kencang, dan pesisir tidak bisa dilalui untuk menuju ujung Pantai yang ada batu-batu besar seperti kepala burung. Kalau ke sana harus melewati bebatuan/semak pohon pinggiran pantai yang ada 3 salibnya. Dan tetap harus ekstra hati-hati.
Batu Burungnya berada di ujung tikungan pantai.

Ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA, kita bersiap kembali menuju Kota Kupang. Dan mendapati sunset ketika masih di tengah perjalanan, namun tetap selalu indah dan mempesona.




Catatan Kecil:
* Berangkat lebih awal jika ke Pantai ini, karena situasi jalan dan penerangan yang masih belum memadai
* Apabila menggunakan motor, sebaiknya service ganti oli dan juga memakai ban tubeless
* Gunakan masker sepanjang perjalanan, karena truk-truk yang lalu lalang mebuat jalanan berdebu
* Bawa makanan dan minuman sendiri karena jarang terdapat kios apabila sudah memasuki jalanan percabangan Tablolong
* Apabila memungkinkan lebih baik dengan beberapa teman, untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
* Jangan malu bertanya kepada warga setempat, mereka semua ramah dan baik
* Harus ekstra sabar dan hati-hati sepanjang perjalanan
* Nikmati keseruan prosesnya, bukan hanya tujuan itu sendiri



Remember :
"ONE’S DESTINATION IS NEVER A PLACE, BUT A NEW WAY OF SEEING THINGS"– Henry Miller




20170610

Es Buah Gula Sabu Khas NTT

Siapa sih yang gak suka es buah?
Kalau aku sih semenjak di rantau ini jarang beli. Keseringan es buah di sini jarang buahnya, yang ada jelly/agar-agar aja. Buah memang mahal. Kecuali sewaktu musiman, misal alpulat dan sirsak.

Namum ada 1 es buah yang benar-benar menjadi idolaku. Bukan karena buah, harga, atau porsinya, namun karena pemakaian gula Sabunya. Apa sih gula Sabu?
Sabu merupakan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, beda pulau dengan daratan Timor (Kupang). Nah, gula dari Sabu ini bentuknya cair, mirip seperti gulali. Kalau anak jaman 90-an pasti tau deh apaan tuh GULALI

Es nya berisi macam-macam buah sesuai musim. Pepaya, semangka, melon, alpukat, sirsak, dan kelapa muda. Juga agar-agar dan nata de coco. Ditimbun dengan serutan es yang menggunung, lalu dibalurkan gula Sabu.
Di sini kebanyakan masih menggunakan es serut. Jadi kangen jaman 90-an. Dan, di kota ini masih bisa kamu dapatkan sedikit kenangan itu.


Lokasinya di sebelah Komando Resort Militer 161/Wirasakti (atau Korem161/Wirasakti) jalan W. J. Lalamentik Kupang.
Harga Rp.8.000,- per porsi.
Jam buka mungkin di atas jam 9 pagi (karena aku biasa beli sewaktu jam makan siang) sampai dengan sore dan kadang malam seperti di bulan puasa ini.
Pedagangnya ramah. Dan selalu tau kalau aku pasti minta tambahan baluran gula Sabu.

Bukan promosi, karena bukan marketing team.
Hanya info, kali aja ada yang lagi ngidam!
Wkwkwk.

20170608

KANAWA, love much!

 
Pulau Kanawa, Labuan Bajo-NTT, 24 April 2017
"Life is either a daring adventure or nothing" - Helen Keller

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di atas kapal di tengah laut, salah satunya adalah "Menunggu".
Menanti Matahari berganti Bintang.
Bareng K-A-M-U.

(Edisi kangen, kurang piknik)

20170607

SENJA DI TANAH TIMOR (KUPANG)

"HELLO SUNSET!!!"
Labuan Bajo - Flores, April 2017
Hal yang sering terlupa adalah mengambil gambar/foto yang seharusnya difoto. Selalu saja hanya selfie. Barulah saat seminggu kemudian cek handphone, terus mengeluh gak ada foto view pemandangan yang tanpa 'orang'nya. Selalu terulang. Karena memang penyesalan itu datang di akhir.

1. Menikmati Mocktail bersama Sunset di Tebing Bar & Cafe


2. Duduk Menunggu Senja di Pantai Lasiana

3. Dari Bukit Pantai Panmuti Kita Menanti

4. Senja Surut di Pantai Pasir Panjang

5. Pulang Bersamamu