20171024

AIR TERJUN OENESU : KESEJUKAN DI TENGAH KOTA YANG PANAS

Entah ini sudah yang keberapa kali ke tempat ini. Dan orang-orang yang diajak jalan ke sini udah gonta-ganti. Dari yang jalanan super jelek (sekarang sudah bagus), belum ada toilet yang bersih (sekarang sudah bagus dan terawat), dulu sering ada ulat tikar jumbo-jumbo (sekarang lagi nggak nampak), dan sekarang juga sudah ada bapa-mama yang berjualan (favorit : ubi goreng cocol sambal). Enak!!!
Air Terjun Oenesu (bagian tingkat pertengahan)
Air Terjun Oenesu terletak di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh dari Kota Kupang hanya 30 menit. Sebagian besar pasti mengatakan kalau Kupang sangat panas dan gersang. Sepertinya anggapan itu akan berubah kalau sudah ke sini.

20171023

PULAU SEMAU : MENGASINGKAN DIRI KE PANTAI-PANTAI CANTIK DI PULAU MISTIK


Kata mama, jangan deh main-main ke Pulau-pulau gitu. Naik perahu kecil atau apalah gitu. Mungkin karena saya sempat cerita sewaktu jalan-jalan di pulau-pulau di Alor, sailing dengan perahu kecil, dengan ombak yang w-o-w. Beda dengan waktu di Labuan Bajo, tiga hari di lautan dengan kapal besar, walau kadang ombaknya masih bikin agak pusing. Yah, mau gimana lagi, Nusa Tenggara Timur kan terdiri dari pulau-pulau, dan itu lah yang bikin cantik!
 
Pantai Otan, Pulau Semau - Kabupaten Kupang - Nusa Tenggara Timur

Kali ini kita jalan-jalan masih di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Hanya saja, lokasinya bukan di daratan Timor, melainkan di Pulau kecil di seberang Kupang. Namanya Pulau Semau. Orang-orang mengatakannya sebagai pulau mistik dan angker. Sebaiknya jangan berkata kasar, tidak melakukan hal-hal yang aneh, tidak buang air kecil sembarangan atau juga tidak mandi di laut jika tidak diijinkan penduduk setempat. (Lebih jelasnya baca disini)

Kita meluncur pagi-pagi ke Pelabuhan Bolok (Map Pelabuhan Bolok). Tiba jam 7.30 WITA dan bergegas membeli tiket kapal Feri. Menyebrang menuju Pelabuhan Hansisi hanya sebentar, tidak sampai 1 jam. Dan, ketika tiba di Pulau Semau, suasana benar-benar berbeda. Situasi jalan yang berbatu dan berdebu, pohon-pohon sepanjang kiri kanan yang mulai agak menghijau, dan tentu saja tidak ada papan penunjuk jalan. Kalau istilah teman sih pakai saja GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Memang saat turun dari Kapal, suasana riuh orang-orang masih ada, dan memang ramai. Tetapi, saat sudah memasuki pulau lebih dalam, suasana semakin sepi. Jadi bagaimana solusi GPS bisa dijalankan?

20171016

PANTAI BATU BAO (TESABELA) : Jauh dari kebisingan dan polusi

Hello! Masih suka berpetualang? Butuh piknik? Masih ingin jalan-jalan dan foto-foto? Ayo ke sini!

Hello, ini K-A-M-I !!!

Salah satu pantai yang bisa kalian kunjungi, yang terletak di Desa Tesabela - Kecamatan Kupang Barat - Kabupaten Kupang, tidak jauh dari kota Kupang. Namanya Pantai Batu Bao. Pantai ini terletak di desa Tesabela, desa dengan nuansa yang sangat alami, banyak pepohonan, warga yang ramah, dan jalan aspal yang masih bagus. Mata pencaharian penduduk selain sebagai nelayan, juga dengan berladang/kebun, terlihat dari pekarangan/ladang mereka yang menghijau ditanami berbagai sayur. Selain itu ternak babi juga sepertinya dilakukan oleh kebanyakan penduduk, dan ada juga budidaya rumput lautnya.

Beberapa kawanan babi yang berlarian menjauh.
Tiba di pantai Batu Bao, kita sudah disambut oleh babi-babi kecil yang mencari makan di sepanjang pesisir pantai. Pantai dengan pasir putih kecoklatan dengan tekstur padat. Garis pantai yang jauh. Terkesan pantai ini termasuk pantai yang landai. Juga terdapat banyak bakau di bagian kiri pantai. Pemukiman rumah penduduk sepanjang jalan menuju pantai hingga tepat menghadap pantai. Perahu-perahu nelayan berjejer, baik di pesisir, juga di tengah laut. Langit biru berawan putih tebal. Matahari lumayan terik. Dan sangat sepi. Senyap. Nyaman. Jauh dari yang namanya polusi.