 |
Pantai Batu Burung dengan bebatuan yang menakjubkan. |
Masih
di Nusa Tenggara Timur, kali ini rencana dadakan kita adalah menuju sebuah
Pantai yang terletak di Desa Oebali, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Katanya
pantai ini disebut Pantai Batu Burung karena banyak burung camar yang bertengger
di bebatuan pinggir pantai. Namun saat ke sana, pantai dalam kondisi sepi, tidak
tampak burung camar (memang belum tau wujud burung camar seperti apa) dan tidak
menemukan warga setempat yang dapat ditanya tentang hal itu. Kalau menurutku,
Batu Burung itu mencerminkan sebuah batu dari sekian banyak bebatuan pinggir
pantai yang mirip dengan kepala burung. Ada rerumputan/sejenisnya yang tumbuh
di atas batu tersebut. Terkesan seperti kepala burung. Unik banget!
Kenapa
jalan-jalan kali ini adalah sebuah Perjuangan
dan Doa?
Pertama,
kita, yang berarti di sini adalah
saya dan suami. Hanya berdua. Dan dengan motor matic kesayangan kita tentunya.
Kedua,
kita belum tau kondisi jalan/arah pastinya, dan hanya berharap kepada petunjuk
dari blog orang yang kita baca
beberapa jam sebelumnya. Juga, kita memang berangkat lebih awal, yakni jam 2
siang dari tengah kota Kupang. Perjuangan banget
di tengah teriknya matahari.
Ketiga,
setengah perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup parah. Tidak ada bengkel
sepanjang jalan percabangan Tablolong, sehingga selalu berdoa agar motor
baik-baik saja. Juga sampai aku yang mengendarai motor, dan suami yang menjadi
penumpang. Kalo jalanan kayak gini mah
makananku, eh?!
 |
Sekilas kondisi jalanan tanah yang berbatu. |
Singkat Rute
perjalanan ke Pantai Batu Burung (Oebali) :
1. Pada
perempatan traffic light Polda NTT (Jl.
Jend. Soeharto, ambil jalan menuju arah Bakunase-Tablolong (Jl. Untung Surapati-Jl.Jambu).
Ikuti jalan sampai menemukan perempatan jalan besar yang biasanya disebut Jalur
40, dan tetap lurus menuju arah Oenesu. Saat ini kondisi jalan sangat bagus
karena aspal baru. (lebih jelas cek google
map) Check Map!
2. Setelah
melewati Oenesu, masih tetap ikuti petunjuk jalan ke arah Pantai Tablolong. Jika
ke Pantai Tablolong masih mengikuti jalan besar ke kanan, untuk menuju Oebali
tetaplah lurus (ke kiri). Tepat di percabangan tersebut terdapat kios yang juga
menjual premium eceran. Saran : sebaiknya membeli premium di sini, karena
sepanjang perjalanan aku tidak melihat penjual ecer lainnya. Kondisi jalan
masih aspal namun sudah mulai terukir (rusak), dan pada pertengahan mulai
memasuki jalan tanah berbatu dan banyak truk yang lalu lalang.
3. Jalan
aspal bagus akan dilalui di pertengahan, namun hanya beberapa ratus meter. Dan
di kanan akan terlihat gundukan pasir bercampur tanah, juga dua buah pohon meranggas
yang menarik perhatian. Aku sarankan menyempatkan diri berhenti di tempat ini,
dan menengok ke pantai yang penuh bebatuan dan ombak besarnya.
 |
Sepasang pohon meranggas yang sudah tampak indah dari kejauhan. |
 |
Gumuk pasir mirip dengan yang ada di Pantai Oetune. |
4. Bertolak
dari sana, nantinya akan melewati sungai besar lebar yang mengering, kemudian
kembali menanjak menuju jalan utama yang beraspal bagus beberapa ratus meter
saja.
 |
Sungai mengering yang menghubungkan dua buah jalan utama menuju Pantai Oebali. |
5. Kondisi
jalan selanjutnya adalah tanah berbatu dengan lebar jalan mulai berkurang. Dan
menanjak hingga menemukan pertigaan yang ada tugu. Ukuran lebar jalan ini bisa
dilalui kira-kira oleh 2 motor saja, sehingga untuk pengguna mobil sebaiknya
hanya sampai batas sebelum tanjakan tugu.
6. Dari
tugu tersebut berbelok ke kanan, dengan kondisi jalan tanah berbatu tajam yang
lebih parah dari jalan-jalan sebelumnya. Lokasi tidak begitu jauh sebenarnya,
hanya saja perlu hati-hati karena kondisi jalan parah, dan kurang lebar. Jika
bertemu pertigaan, selalu ambil jalan ke kiri.
7. Jalan
terus hingga menemukan papan petunjuk “Pantai Batu Burung”di kanan. Kondisi
jalan batu tajam terukir parah, dan hanya dapat dilewati 1 motor. Dan lebih
baik yang dibonceng berjalan kaki agar tidak terjadi kecelakaan selama jalan
turun menuju pantai.
 |
Papan petunjuk jalan satu-satunya dekat pantai. |
8. Di
ujung jalan tersebut ada pemukiman pribadi, sejenis villa sederhana, di sanalah
lokasi Pantai Batu Burung atau warga setempat menyebutnya Pantai Oebali.
Pada saat kita ke sana, Pantai dalam
keadaan pasang. Tidak terlihat pasir di sepanjang bibir pantai karena tertimbun
batu-batu yang mirip seperti bebatuan Pantai Kolbano. Ombak tidak besar dengan
angin yang kencang, dan pesisir tidak bisa dilalui untuk menuju ujung Pantai
yang ada batu-batu besar seperti kepala burung. Kalau ke sana harus melewati bebatuan/semak
pohon pinggiran pantai yang ada 3 salibnya. Dan tetap harus ekstra hati-hati.
 |
Batu Burungnya berada di ujung tikungan pantai. |
Ketika
waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA, kita bersiap kembali menuju Kota Kupang.
Dan mendapati sunset ketika masih di
tengah perjalanan, namun tetap selalu indah dan mempesona.
Catatan Kecil:
* Berangkat lebih awal jika ke Pantai ini, karena situasi jalan dan penerangan yang masih belum memadai
* Apabila menggunakan motor, sebaiknya service ganti oli dan juga memakai ban tubeless
* Gunakan masker sepanjang perjalanan, karena truk-truk yang lalu lalang mebuat jalanan berdebu
* Bawa makanan dan minuman sendiri karena jarang terdapat kios apabila sudah memasuki jalanan percabangan Tablolong
* Apabila memungkinkan lebih baik dengan beberapa teman, untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
* Jangan malu bertanya kepada warga setempat, mereka semua ramah dan baik
* Harus ekstra sabar dan hati-hati sepanjang perjalanan
* Nikmati keseruan prosesnya, bukan hanya tujuan itu sendiri
Remember :
"ONE’S DESTINATION IS NEVER A PLACE, BUT A
NEW WAY OF SEEING THINGS"– Henry Miller